Literasivirtual.com, Buntok – Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menggelar sosialisasi dan pencanangan Desa Sababilah, Desa Sanggu, dan Desa Mangaris sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Sababilah, Rabu (29 April 2026).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Barsel, Budi Wibowo, S.ST, MSi mengatakan bahwa melalui program ini, pihaknya mendorong penguatan tata kelola data di tingkat desa agar selaras dengan prinsip-prinsip peraturan presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia.
“Prinsip tersebut menekankan bahwa data harus memiliki standar, memiliki metadata yang jelas, dapat diintegrasikan, serta dapat dibagipakaikan,” ucap Budi Wibowo saat menyampaikan sambutannya.
Ia menekankan, dalam sistem pembangunan modern, data bukan lagi hasil akhir, melainkan titik awal dari seluruh proses pengambilan kebijakan. Sebab, tanpa data yang kuat maka arah pembangunan akan kehilangan pijakan yang jelas.
Desa sendiri memiliki posisi yang sangat strategis. Dimana desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi merupakan fondasi dari sistem statistik nasional karena dari sanalah data mengenai kondisi riil masyarakat pertama kali dihasilkan.
“Disinilah letak kekuatan sesungguhnya dari data,” tandasnya.
Pihaknya berharap desa yang menjadi lokus program Desa Cantik ini dapat menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan data yang baik bukanlah sesuatu yang sulit, melainkan sesuatu yang sangat mungkin untuk diwujudkan dengan komitmen dan pendampingan yang tepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Barsel, Akhmad Akmal Husein menyampaikan, program Desa Cantik ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa, khususnya dalam pengelolaan data dan informasi.
Menurutnya, dengan kemampuan tersebut, desa akan lebih mampu memahami kondisi riil wilayahnya mengenai potensi yang dimiliki serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada secara lebih tepat.
“Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa, BPS serta perangkat daerah terkait menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini,” kata Akhmad Akmal Husein.
Ia juga berharap dengan pembinaan yang dilakukan melalui program Desa Cinta Statistik ini tidak hanya bersifat sementara tetapi dapat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
“Desa yang menjadi lokus program diharapkan mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Barsel ini,” harapnya mengakhiri. (Red)






