Literasivirtual.com, Buntok – Jalan desa beralaskan tanah liat dan lumpur ditengah hutan antara Buntok – Desa Talio tiba-tiba ramai akibat motor trail berjumlah 9 buah yang dikendarai para jurnalis lewat dengan suka cita.
Kegiatan peliputan yang dicanangkan oleh Kodim 1012/Btk dengan mengundang jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Selatan dan Dinas PUPR itu guna melihat langsung kegiatan pekerjaan TMMD Reguler ke-124 secara nyata dilapangan.
Lubang dalam akibat lumpur tersebut tidak menyurutkan niat dan tekad para jurnalis untuk terus melaju menuju Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala.
Bahkan, perjalanan itu terasa seperti kegiatan fun bike daripada hanya sekedar meliput pekerjaan TMMD Reguler ke-124.

Aku yang kebetulan berboncengan dengan Ketua PWI Barsel, Julius M. Sinaga harus berpegang erat di jaket coklatnya karena saking semangatnya mengendarai motor trail melewati berbagai lubang.
Imajinasi ku terbang, terbayang semua korban kecelakaan lalu lintas yang dulu pernah aku lihat dan liput muncul dikepala ku. Apakah aku korban selanjutnya dijalan desa ini ?
Alhamdulillah, pikiran aneh dan mengerikan itu tidak menjadi kenyataan. Sebab, rombongan kami telah sampai di pos pertama anggota TMMD untuk berganti transportasi menggunakan kelotok feri.
Setelah duduk santai didekat pengemudi kelotok dan semua jurnalis naik, perjalanan akhirnya dimulai kembali. Angin berhembus lembut diantara sela-sela pohon yang rindang.
Ditengah perjalanan, kami berhenti dan turun menuju jembatan yang sedang dilakukan penimbunan. Cukup sulit, karena memang pembuatan jalan saat ini baru masuk dalam tahap 1 yaitu penimbunan dan nantinya akan dilakukan proses ke tahap selanjutnya.
Licin dan menjebak, itulah kesan pertama kali ketika menginjakkan kaki menuju jembatan. Kami harus saling bantu untuk menarik tangan agar bisa melewati timbunan tanah.
Panas terik membuat kepala sedikit pusing, tidak terbayang perjuangan para anggota TNI yang dengan suka rela membangun serta membantu masyarakat Desa Talio untuk mendapatkan fasilitas jalan yang lebih baik.

Perjalanan kami lanjutkan kembali, tapi keadaan kaki dan tangan sudah sangat kotor karena banyak lumpur. Kebetulan aku hanya mengenakan sendal jadi gampang untuk membersihkan diri di sungai.
Setelah tiba di Desa Talio, kami langsung disambut oleh Kepala Desa dan Ketua BPD. Didampingi oleh Pasi Intel Kodim dan Danramil Bangkuang kami melakukan wawancara terkait program TMMD Reguler ke-124.
Setelah disajikan makan siang, banyak hal dilakukan di Desa Talio, mulai dari melihat rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rumah ibadah, sekolah, pembuatan sumur untuk warga dan sebagainya.
Sore hari, rombongan kami kembali menuju Kota Buntok. Pengalaman ini tentu saja akan menjadi sebuah cerita bagi kami para jurnalis dan mempererat kebersamaan kami sebagai insan pers. Banyak hal kecil yang terjadi dan itu menambah kenangan indah untuk dikenang nantinya.
By the way, aku pulang nebeng Denar, jurnalis Kalteng Pos. Boncengan dengan Ketua PWI Barsel membuat imajinasi mengerikan ku muncul kembali.
Penulis :
Muhammad Noor Hasan, S.Pd






