Literasivirtual.com – Ramadan merupakan salah satu bulan yang mulia dan sangat dinanti-nantikan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Sebab didalamnya terdapat banyak pahala yang dilipatgandakan dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan.
Selain itu, di bulan Ramadan terdapat ibadah yang wajib dilakukan yaitu puasa sebulan penuh. Melalui ibadah puasa, umat Islam diajak untuk meningkatkan kesabaran, empati, dan kedisiplinan.
Menyambut bulan suci Ramadan, salah satu rukun yang paling krusial namun sering kali dianggap sebagai rutinitas belaka adalah niat. Dalam Islam, niat merupakan penentu sah atau tidaknya ibadah kita. Secara syariat, niat berfungsi untuk membedakan antara kebiasaan seperti menahan lapar karena diet dengan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Niat puasa Ramadan sendiri harus ada di malam hari sebelum masuk waktu fajar atau subuh. Namun cukuplah di dalam hati, seperti terbetik dalam hatinya untuk berpuasa keesokan harinya, maka ia sudah dikatakan berniat.
Niat adalah amalan hati. Menurut para ulama, aktivitas bangun untuk sahur dengan tujuan agar kuat berpuasa esok hari secara otomatis sudah dianggap sebagai niat yang sah di dalam hati.
“Barang siapa yang tidak bermalam (berniat) puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menerima seluruh amal ibadah puasa kita dan menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman dan takwa. (Red)





