Literasivirtual.com, Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melalui Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi ke-67 Barsel, Dr. Eko Hermansyah, S.S.T.P., M.M. memastikan pelaksanaan Bazar UMKM dan Pesta Rakyat pada 19 hingga 25 September 2026 mendatang akan memprioritaskan mitigasi kesehatan saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menyatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Barsel, tetapi juga diarahkan sebagai momentum untuk menggerakkan kembali perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pedagang kecil dan pedagang rombong.
“Kami berkomitmen penuh menjadikan Bazar UMKM dan Pesta Rakyat ini sebagai momentum membangkitkan perekonomian masyarakat,” ucap Eko via gawai, Kamis (17 September 2026).
Pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi kabut asap dan status tanggap darurat karhutla menjadi perhatian tersendiri. Karena itu, panitia bersama pihak berwajib saat ini mematangkan risk assessment (penilaian risiko) terhadap lokasi kegiatan di Stadion Batuah Buntok.
Risk assessment tersebut mencakup sejumlah aspek keselamatan, mulai dari manajemen arus pengunjung, jalur evakuasi, hingga pengaturan lokasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan acara. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, panitia akan mendirikan posko kesehatan terpadu di area kegiatan.
Posko tersebut akan menyediakan pemeriksaan kesehatan secara gratis, fasilitas oksigen darurat, serta pembagian masker gratis bagi masyarakat yang menghadiri kegiatan.
“Kondisi cuaca dan kabut asap saat ini menjadi perhatian kami. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.
Pemkab Barsel menyadari adanya perhatian dan kekhawatiran masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan di tengah status tanggap darurat karhutla.
Pemda sendiri menegaskan bahwa keputusan untuk tetap melaksanakan Bazar UMKM dan Pesta Rakyat telah mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat sekaligus kondisi ekonomi para pelaku usaha kecil.
Ia menyampaikan, banyak pedagang kecil, pelaku UMKM dan pedagang rombong telah mempersiapkan modal serta menggantungkan harapan terhadap momentum tahunan tersebut untuk membantu memulihkan perekonomian keluarga.
Pembatalan kegiatan secara total dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat kecil yang telah mempersiapkan usaha mereka. Karena itu, solusi yang ditempuh adalah tetap melaksanakan kegiatan dengan memperketat langkah mitigasi kesehatan dan keselamatan di lapangan.
Mengusung tema “Bekerja Bersama, Merangkul Semua”, masyarakat Barito Selatan diajak turut memeriahkan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-67, termasuk Bazar UMKM, Pesta Makan Gratis dan Pasar Murah Sembako.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang hadir untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing, menggunakan masker, menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas di lokasi.
Pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian, sekaligus memastikan aspek kesehatan dan keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama berlangsungnya kegiatan.
“Dengan penguatan mitigasi di lapangan, Pemkab Barsel berharap rangkaian Bazar UMKM dan Pesta Rakyat dapat berlangsung tertib, aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kondisi karhutla yang sedang dihadapi daerah,” ungkapnya. (Red)






