Literasivirtual.com, Buntok – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Agus In Yulius menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendukung penuh anggaran operasional penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggunakan anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) yang berada di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Selama masa tanggap darurat untuk operasional penanganan Karhutla menggunakan anggaran dari pos BTT yang berada di BPKAD,” ucapnya kepada awak media Senin (31 Agustus 2026).
Ia menerangkan, kendala yang sering dihadapi adalah terkait pengadaan atau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kendaraan dan peralatan penanggulangan karhutla.

“Untuk kendala BBM ini sebenarnya lebih sering karena faktor ketersediaan BBM di SPBU. Karena kita kan harus mengisi BBM di SPBU. Sementara kita tahu sendiri kondisi di daerah Buntok, kendalanya sering kali di SPBU-nya yang mengalami kekosongan, sehingga saat kita ingin mengisi BBM, BBM-nya yang tidak ada. Jadi, bukan karena tidak ada anggarannya,” tandasnya.
Namun terkait kendala tersebut ungkapnya, saat ini telah bisa teratasi dengan adanya dukungan dan kerja sama dari Polres Barsel.
“Untuk mengatasi persoalan tersebut, kami menjalin kerja sama dengan Polres Barito Selatan dalam pengadaan BBM untuk kebutuhan operasional penanganan karhutla. Sehingga untuk kebutuhan mendesak, Pak Kapolres sendiri sudah mengarahkan agar sementara bisa menggunakan BBM milik Polres. Jadi kami bisa katakan bahwa saat ini kendala BBM bisa diatasi,” kata Agus.
Sedangkan terkait logistik personel, dirinya juga menegaskan bahwa hingga saat ini kebutuhan makan dan minum personel selama masa tanggap darurat tidak mengalami kendala.
“Tidak ada kendala untuk logistik personel.
Lalu untuk BTT kita belum bisa memastikan berapa kebutuhannya. Karena semua kan tergantung kondisi yang ada, menyesuaikan kebutuhan,” ungkapnya. (Red)






