Barito Selatan

Warga Desa Mangkatir dan Lehai Gelar Aksi Gotong Royong Pengerukan Alur Sungai

×

Warga Desa Mangkatir dan Lehai Gelar Aksi Gotong Royong Pengerukan Alur Sungai

Sebarkan artikel ini
Sejumlah warga sedang melakukan pengerukan sungai (ist)

Literasivirtual.com, Buntok – Warga dari Desa Mangkatir dan Desa Lehai, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menggelar aksi gotong royong berupa pengerukan jalur sungai yang dangkal akibat meluasnya dampak musim kemarau, Kamis (27 Agustus 2026) kemarin.

Langkah ini diambil secara swadaya agar sungai dapat kembali dilintasi oleh sarana transportasi air warga, khususnya perahu kelotok.

Pengerjaan pengerukan sungai ini rencananya dilakukan sepanjang 650 meter dengan mengandalkan alat tradisional seperti cangkul dan sekop. Ratusan warga dari kedua belah pihak bahu-membahu serta antusias menggali sendimen lumpur dan tanah keras yang menyumbat alur sungai.

“Kemarin sudah kami gali sepanjang 500 meter, rencananya besok kami lanjutkan sepanjang 150 meter,” ucap warga Desa Mangkatir via gawai, Jum’at (28 Agustus 2026).

Semangat gotong royong antar desa ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebab, apabila jalur sungai ini dangkal dan tidak bisa dilalui oleh klotok maka warga terpaksa mengambil jalur lainnya yang terhitung cukup jauh.

“Kalau ini surut kami terpaksa keliling melalui desa lain dan menghabiskan 2 sampai 3 liter bensin lebih banyak menggunakan klotok. Dan juga bisa sampai 2 jam kalau melalui jalur lain,” ungkapnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 80 persen wilayah Indonesia mengalami musim kemarau dengan cuaca yang lebih panas dan kering. Kekeringan ini diperparah oleh kombinasi El Nino kuat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif.

Puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino yang kuat di Indonesia ini diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober 2026 mendatang. Sehingga Kondisi ini diharapkan menarik perhatian tanggap dari pemerintah daerah setempat. (Red)