Literasivirtual.com, Buntok – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, berinisial RY (40), yang diketahui turut menjadi relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan diduga korban mengalami pneumonia.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’Yulius saat memberikan keterangan pers terkait penanganan karhutla di kantornya, Jum’at (16/10/2026).
Ia mengatakan, kondisi korban mulai memburuk setelah pulang bekerja. Pada saat itu korban mengalami sesak napas dan memutuskan pulang ke rumah. Namun, setibanya di rumah, keluhan tersebut justru semakin parah hingga akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah tiba di rumah sakit, korban menjalani perawatan intensif. Tim medis melakukan sejumlah tindakan untuk mengatasi gangguan pernapasan yang dialaminya.
Dari hasil penanganan medis, ditemukan adanya gangguan pada paru-paru yang disertai masalah pada jantung. Meski telah mendapatkan pertolongan, kondisi korban terus memburuk.
Korban sempat mendapatkan tindakan intubasi atau pemasangan alat bantu untuk mendukung fungsi pernapasan. Namun, upaya medis tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. RY akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh, Buntok, setelah menjalani penanganan selama lebih dari 2 jam.
“Diduga memang kaitan ada hubungannya dengan kondisi atau kualitas udara yang terjadi di Kabupaten Selatan,” ucap Agus.
Meski demikian, hubungan langsung antara paparan asap, gangguan kesehatan yang dialami korban, dan penyebab kematiannya masih memerlukan penjelasan medis lebih lanjut. (Red)






