Literasivirtual.com – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan.
Di dalam asap terdapat partikel halus, salah satunya PM2.5 yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Paparan partikel tersebut berpotensi mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.
Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan?
Dokter spesialis paru, dr. Putri Wulandari Harahap, M.Ked(Paru), Sp.P memberikan beberapa tips menjaga kesehatan di tengah kabut asap, yakni:
1. Kurangi aktivitas di luar rumah
Kalau kualitas udara sedang buruk, sebisa mungkin tunda aktivitas di luar, terutama olahraga, berlari, atau aktivitas fisik berat.
2. Seandainya harus keluar, gunakan masker yang sesuai
Pilih masker respirator seperti N95/KN95 yang terpasang rapat di wajah. Masker yang longgar akan memberikan perlindungan yang lebih terbatas terhadap partikel halus.
3. Tutup pintu dan jendela
Tujuannya agar asap dari luar tidak banyak masuk ke dalam rumah. Jika memiliki air purifier, dapat digunakan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
4. Hindari menambah polusi di dalam rumah
Untuk sementara hindari merokok di dalam rumah, membakar sampah, membakar dupa, atau aktivitas lain yang menghasilkan asap.
5. Pantau kualitas udara
Jangan hanya melihat apakah langit terlihat berkabut. Pantau ISPU/PM2.5 dan ikuti informasi dari pemerintah setempat.
6. Jangan lupa minum dan makan dengan baik
Cukupi kebutuhan cairan, makan bergizi dan istirahat cukup. Ini membantu tubuh tetap dalam kondisi baik menghadapi paparan lingkungan yang tidak sehat.
7. Perhatikan kelompok yang lebih rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, PPOK, penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya perlu mendapat perlindungan lebih. Saat asap pekat, sebaiknya lebih banyak berada di dalam ruangan dengan udara yang lebih bersih.
8. Bagi yang punya penyakit paru, jangan hentikan obat rutin
Pastikan obat rutin tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter. Kabut asap dapat memicu memburuknya gejala pada penderita asma maupun penyakit paru kronis.
Selain 8 tips tersebut, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai dan harus segera ke fasilitas kesehatan, antara lain sesak napas yang semakin berat, napas berbunyi atau mengi, batuk yang semakin parah atau tidak membaik, nyeri dada, bibir atau ujung jari tampak kebiruan, serta lemas atau pusing berat.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak. Gejala yang harus diwaspadai meliputi napas cepat, kesulitan bernapas, sulit makan atau minum, serta kondisi tubuh yang terlihat sangat lemas.
Ia menekankan untuk mengurangi paparan, gunakan masker yang tepat, jaga udara di dalam rumah, dan jangan abaikan gejala pernapasan.
“Jaga paru kita hari ini, untuk kesehatan kita di kemudian hari,” imbaunya. (Red)





