Barito Selatan

Kabut Asap di Buntok Tuai Perhatian Figur Publik dan Kreator Konten

×

Kabut Asap di Buntok Tuai Perhatian Figur Publik dan Kreator Konten

Sebarkan artikel ini
Para petugas gabungan berupaya memadamkan api (ist)

Literasivirtual.com, Buntok – Kondisi kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, mulai menarik perhatian figur publik dan kreator konten di media sosial, seperti Denny Sumargo, Gerald Vincent hingga akun instagram Lambe Turah Official.

Melalui media sosial, Denny Sumargo atau yang akrab disapa Densu menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi karhutla di Kalimantan. Dalam unggahan yang beredar pada Sabtu (10/10/2026), ia menampilkan rekaman kondisi kebakaran di sejumlah wilayah, termasuk kabut asap yang menyelimuti Buntok, Kalimantan Tengah. Unggahan tersebut menjadi perhatian warganet dan kembali membuka diskusi mengenai penanganan karhutla.

Perhatian figur publik terhadap persoalan ini muncul ketika masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kepungan asap. Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan warga yang terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan menyebut pada Jum’at (9/10/2026) kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya titik panas dan kebakaran hutan serta lahan di wilayah setempat. Tetapi pada Minggu (11/10/2026) hanya terdeteksi satu titik panas di Barsel, tepatnya di Kecamatan Dusun Hilir berdasarkan data pada laman Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan.

Sorotan dari figur publik seperti Denny Sumargo turut memperluas perhatian terhadap persoalan karhutla yang selama ini dirasakan masyarakat di daerah terdampak. Media sosial menjadi salah satu sarana bagi warga untuk memperlihatkan kondisi di lapangan, menyampaikan keluhan, dan mendorong agar penanganan kebakaran mendapat perhatian lebih luas.

Di tengah kondisi tersebut, upaya penanganan karhutla dan perlindungan masyarakat perlu menjadi prioritas. Pemadaman titik api, pencegahan kebakaran baru, pemantauan kualitas udara, serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana.

Perhatian publik diharapkan tidak berhenti pada ramainya unggahan di media sosial. Masyarakat Buntok dan wilayah Barito Selatan membutuhkan penanganan yang efektif agar kabut asap segera berkurang dan aktivitas sehari-hari dapat kembali berlangsung dengan aman. (Red)